TRAINING THE 3^ED INDONESIAN PALM OIL PLANTATION BUSINESS AND LEGAL FORUM 2013
Training Indonesian Palm Oil Plantation Business
Training Legal Forum 2013

Pendahuluan
Setidaknya ada dua hal permasalahan yang pada saat ini, patut dicermati oleh para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit yaitu permasalahan kepastian hukum dan tindak lanjut terhadap kebijakan moratorium hutan primer dan lahan gambut. Dua permasalahan tersebut sekarang ini paling tidak cukup membuat kalangan pengusaha perkebunan kelapa sawit pusing kepala.
Para pengusaha perkebunan kelapa sawit terutama para pengusaha besar tentunya pada saat ini harap-harap cemas menanti diterbitkannya revisi atas permentan no 26/2007. Kecemasan tersebut bermula dari adanya wacana pembatasan atas kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit bagi perusahaan yang masih dalam satu group, yang hanya diperbolehkan memiliki lahan perkebunan maksimal 100.000 ha.
Bagi pengusaha besar sudah barang tentu kebijakan ini (apabila jadi diberlakukan) akan menghambat rencana ekspansi mereka. Demikian pula bagi pemerintah daerah, kebijakan pembatasan kepemilikan lahan perkebunan kelapa sawit tersebut dianggap sebagai disinsentif bagi perkembangan investasi dan pendapatan asli daerah. Sementara bagi sebagian kalangan petani kecil, ada yang berpendapat bahwa kebijakan ini justru akan mempersempit kesempatan untuk meningkatkan penghasilan sebagai akibat berkurangnya investasi perusahaan besar. Akan tetapi, diluar pendapat yang kontra atas pembatasan kepemilikan lahan tersebut, sebagian kalangan ada juga yang menilai bahwa kebijakan ini merupakan salah satu solusi mengatasi konflik lahan yang sering terjadi akhir-akhir ini dan juga merupakan upaya yang jitu untuk membatasi kepemilikan asing atas lahan sawit serta menjadikan rakyat Indonesia sebagai tuan rumah di negara sendiri.
Permasalahan Kedua yang saat ini menjadi pemikiran bagi pengusaha perkebunan kelapa sawit adalah tentang kelanjutan moratorium hutan primer dan lahan gambut. Apakah setelah Mei 2013, nanti, kebijakan tersebut akan terus dilanjutkan dengan memperpanjang masa berlakunya moratorium dengan mengeluarkan pengganti inpres no 10 tahun 2011? Atau dihentikan?. Perpanjangan moratorium tersebut, tentu saja akan dianggap sebagai kebijakan yang tidak pro investasi sedangkan dilain pihak para lembaga lingkungan tentu sangat berharap agar kebijakan moratorium ini akan terus berlanjut sehingga kelestarian alam dapat dijaga.
Seluruh permasalahan tersebut akan dibahas tuntas oleh para pembicara dalam forum ini dan diharapkan juga adanya partisipasi penuh dari peserta forum untuk memberikan usulan dan kritik terhadap berbagai kebijakan tersebut. Selain itu pada hari kedua, peserta forum akan diberikan workshop-worskhop baik sehubungan dengan pengetahuan legal maupun teknis dari usaha perkebunan, sehingga penyelenggara berharap, forum ini akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para peserta dan usahawan perkebunan kelapa sawit.
07.30 – 08.00 Registrasi dan Coffe Morning
Opening Remarks
08.20 – 08.30 Sambutan dari ICBLS
Panel (1) Rencana Pembatasan Kepemilikan Lahan Sawit dan Pokok-Pokok Usulan Revisi Permentan No. 26/2007 tentang Pedoman Ijin Usaha Perkebunan
Sesi I :08.30 –10.30 Rincian Permasalahan dan Usulan Penyempurnaan Permentan No. 26/2007
Ir. Mukti Sardjono M.ScSekjen Direktorat Perkebunan
Sesi Tanya Jawab
Sesi II :10.00 – 12.00 Pembatasan Kepemilikan Lahan Sawit dan Upaya Mengatasi Konflik Kepemilikan Lahan Sawit
Mas Achmad SantosaKetua Pokja Pengkajian dan Penegakan Hukum Satgas REDD
Sesi Tanya Jawab
Sesi III :10.00 – 12.00 Kendala dan Komplikasi Implementasi Wacana Pembatasan Kepemilikan Lahan Sawit
Achmad ManggabaraniKetua Umum Forum Pengembangan Perkebunan Strategi Berkelanjutan (FP2SB)
Sesi Tanya Jawab
12.00 – 13.00 Lunch and Networking Session
Panel 2 Kelanjutan Moratorium Kawasan Hutan Primer dan Lahan Gambut
Sesi IV13.00 – 15.00 Kebijakan Kementerian Kehutanan Mengenai Moratorium Kawasan Hutan Primer dan Lahan Gambut
DR. Ing. Hadi DaryantoSekjen Kementerian Kehutanan
Sesi Tanya Jawab
Sesi V14.00 – 16.00 Dampak Pelaksanaan Moratorium Hutan Primer dan Lahan Gambut terhadap Perkembangan Investasi Sawit
Joko SupriyantoSekjen GAPKI
Sesi Tanya Jawab
Sesi VI14.00 – 16.00 Dampak Pelaksanaan Moratorium Terhadap Peningkatan Investasi dan PAD Daerah
Isran NoorKetua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI)
Sesi Tanya Jawab
08.00 – 08.30 Registrasi & Coffee Morning
Workshop 2
08.30 – 09.30 Pengetahuan Teknis Industry Kelapa Sawit
Iyung Pahan(DMI Consulting Group)
Sesi Tanya Jawab
Workshop 3
09.30 – 11.00 Tata Cara Perubahan Peruntukan Fungsi Kawasan Hutan, Pelepasan Kawasan Hutan dan Pembahasan A-Z Pemerolehan Lahan Perkebunan terkait Kawasan Hutan
Ir. Tri Joko Mulyono,MM (Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan, Ditjen Planologi)
Sesi Tanya Jawab
10.30 – 12.00 Pemahaman Tindak Pidana Korupsi Terkait Usaha Perkebunan dan Upaya Pencegahannya
Nasrullah SH
12.00- 13.00 Lunch and Networking Session
Workshop 4
13.00-14.15 Tata Cara Pemerolehan dan Proses Sertifikasi HGU dari A-Z terkait Perkebunan Kelapa Sawit
DR. Guna Negara(Direktur Penggunaan dan Penetapan Hak Tanah BPN)
Sesi Tanya Jawab
Workshop 5
14.00-15.15 Kebijakan Bank untuk meningkatkan penyaluran kredit bagi perkebunan Kelapa Sawit skala kecil dan Menengah
BRI
Sesi Tanya Jawab
Workshop 6
15.00-16.30 (Penerapan Standarisasi ISPO serta Mengelola dan Mengatasi Konflik di Lahan Perkebunan)
DR., IR., Latief Rachman MSc, MBA. Ph.d
Sesi Tanya Jawab
16-30- Selesai Penutup
Jadwal Portal Cari Training 2026
- batch 1 : 7–18 Jan 2026 | 14–15 Jan 2026 | 21–22 Jan 2026 | 28–29 Jan 2026
- batch 2 : 4–15 Feb 2026 | 11–12 Feb 2026 | 18–19 Feb 2026 | 25 –26 Feb 2026
- batch 3 : 4–5 Mar 2026 | 11–12 Mar 2026 | 25–26 Mar 2026
- batch 4 : 6–7 Apr 2026 | 14–15 Apr 2026 | 21–22 Apr 2026 | 28–29 Apr 2026
- batch 5 : 6–7 Mei 2026 | 12–13 Mei 2026 | 20–21 Mei 2026 | 25–26 Mei 2026
- batch 6 : 2–3 Jun 2026 | 10–11 Jun 2026 | 17–18 Jun 2026 | 24–25 Jun 2026
- batch 7 : 8–9 Jul 2026 | 15–16 Jul 2026 | 22–23 Jul 2026 | 29–30 Jul 2026
- batch 8 : 5–6 Aug 2026 | 12–13 Aug 2026 | 18–19 Aug 2026 | 26–27 Aug 2026
- batch 9 : 2–3 Sep 2026 | 9–10 Sep 2026 | 16–17 Sep 2026 | 23–24 Sep 2026
- batch 10 : 7–18 Okt 2026 | 14–15 Okt 2026 | 21–22 Okt 2026 | 28–29 Okt 2026
- batch 11 : 4–5 Nov 2026 | 11–12 Nov 2026 | 18–19 Nov 2026 | 25–26 Nov 202
- batch 12 : 2–3 Des 2026 | 9–10 Des 2026 | 29–30 Des 2026
Investasi dan Lokasi pelatihan:
- Yogyakarta
- Jakarta
- Bandung
- Bali
- Surabaya
- Lombok
Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas :
- FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara/Stasiun/Terminal)
- Module / Handout
- Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia





