TRAINING BEA KELUAR BATUBARA

TRAINING BEA KELUAR BATUBARA

Training Mencari Solusi Pengendalian Produksi Dan Beban Ekspor

T

raining Pengendalian Produksi

training mencari solusi pengendalian produksi dan beban ekspor murah

Mengapa Seminar Ini Penting?
Beberapa pekan terakhir, muncul wacana rencana pemerintah akan mengenakan bea keluar batubara. Tentu saja, rencana tersebut memantik reaksi keras dari pengusaha batubara, karena akan menambah ongkos beban yang ditanggung perusahaan.

Selama ini dalam ketentuan kontrak karya perusahaan batubara, investor sudah dikenakan beban fiskal seperti pembayaran royalti dan pajak dengan besaran mencapai 45 persen.

Pengenaan bea keluar batubara ini, dari sudut pandang lain bisa menjadikan Indonesia tidak kompetitif dibandingkan dengan negara lain.  Karena hal itu akan menambah beban beban ongkos  bagi perusahaan. Sekedar diketahui, kalau pada 2006, beban ongkos sebesar USD16 per ton dan pada 2012 meningkat jadi USD53 per ton. Jika ditambah pajak ekspor, beban ongkos bisa bertambah rata-rata USD19 per ton atau meningkat 36  persen.

Sementara pada sisi lain, kebijakan bea keluar merupakan bagian dari wacana pemerintah untuk mengendalikan produksi batubara, termasuk pembatasan ekspor batubara menjadi minimal 5.700 Kkal/kg dan pengaturan tata niaga batubara sebagai komoditas yang diawasi ekspornya.

Hal ini juga karena, pemerintah melihat peningkatan pesat produksi batubara sejak 1998 sebesar 60 juta ton kemudian naik menjadi 253 juta ton pada 2011. Tahun 2012 ini diperkirakan mencapai 232 juta ton hingga 469 juta ton. Tidak mengherankan kalau Indonesia saat ini menjadi eksportir batu bara terbesar kedua di dunia setelah Australia.

Pemerintah melihat jumlah produksi batu bara saat ini dinilai sangat besar. Berdasarkan perhitungan, cadangan batu bara nasional sebesar 28 miliar ton atau 3 persen dari total cadangan batu bara dunia. Dengan jumlah seperti ini, batu bara akan habis dalam 90 tahun jika per  itu akan habis bisa menjadi lebih cepat.

Meski masih dalam kajian, tentu saja wacana ini sudah menimbulkan reaksi keras meski pemerintah masih tarik-ulur terkait rencana tersebut. Apakah yang akan dilakukan pemerintah, sudah mempertimbangkan kepentingan bisnis batu bara sebagai komoditas jangka pendek dan kepentingan energi nasional jangka panjang?

Manfaat Seminar
Peserta akan mendapatkan manfaat pengetahuan dan penjelasan seperti:
  1. Penjelasan munculnya wacana bea ekspor batubara atau pajak ekspor batubara
  2. Rencana pemerintah menjaga keberlangsungan produksi dan ekspor batubara, sebagai komoditas pada jangka pendek dan kepentingan energi nasional jangka panjang
  3. Dampak bea keluar batubara terhadap ketentuan kontrak karya batubara
  4. Upaya pemerintah dalam mengontrol konsumsi batubara untuk ekspor dan konsumsi dalam negeri .
  5. Titik tekan keberatan pengusaha dan investor batubara terhadap wacana rencana terbitnya bea keluar batubara
  6. Dampak perdagangan internasional terhadap rencana bea keluar batubara

Narasumber
   * Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Ditjen. Minerba, Kementerian ESDM, Drs. R. Edi Prasodjo, M.Sc
   * Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kemendag RI Thamrin Latuconsina, SE, MM
   * Pengamat Hukum Pertambangan A. Latif Baky
   * Ketua Umum Aspebindo, Said Aziz, Ph.D

Siapa yang Harus Hadir?
  1. CEO, Direktur, Manajer  Perusahaan Batubara
  2. Asosiasi Professional dan Investor Batubara
  3. Praktisi Hukum
  4. Perbankan
  5. Pengamat

Jadwal training bea keluar batubara terbaru :

– 15 sd 16 Januari 2019

– 12 sd 13 Februari 2019

– 5 sd 6 Maret 2019

– 9 sd 10 April 2019

– 7 sd 9 Mei 2019

– 12 sd 13 Juni 2019

– 9 sd 10 Juli 2019

– 13 sd 14 Agustus 2019

– 10 sd 11 September 2019

– 8 sd 9 Oktober 2019

– 5 sd 6 November 2019

– 17 sd 18 Desember 2019

Catatan : Jadwal dapat menyesuaikan dengan calon peserta training bea keluar batubara terupdate .

Biaya dan Lokasi Pelatihan training mencari solusi pengendalian produksi dan beban ekspor terbaru :

Jakarta: Hotel Amaris Kemang, Amaris Tendean,Trinity Hotel, IbisBudget | Biaya Pelatihan : Rp. 7.500.000 / peserta(Minimal 2 Peserta).

Bandung: Hotel Santika, Hay Hotel,IbisStyle, Novotel Hotel, Golden Flower Hotel, 1O1 Hotel, Grand Tjokro Hotel, Tune Hotel, FourPointbySheraton Hotel | Biaya Pelatihan : Rp. Rp. 7.000.000 / peserta(Minimal 2 Peserta).

Yogyakarta : Hotel NEO+ Awana, CordelaHotel,IbisStyle, Boutique Hotel, Cavinton Hotel, Mutiara Hotel, Dafam Malioboro Hotel, Prima Inn Hotel | Biaya Pelatihan : Rp. 6.500.000 / peserta(Minimal 2 Peserta).

Surabaya: Novotel Hotel, Ibis Center Hotel, HARRIS Hotel, Favehotel, Alana Hotel | Biaya Pelatihan : Rp. 6.800.000 / peserta(Minimal 2 Peserta).

Malang : Amaris Hotel, The 1O1 Hotel, IbisStyle Hotel, El Hotel, WhizPrime Hotel | Biaya Pelatihan : Rp. 6.800.000 / peserta(Minimal 2 Peserta).

Bali: Ibis Kuta, Fontana Hotel, HARRIS Hotel &Conventions | Biaya Pelatihan : Rp. 6.500.000 / peserta(Minimal 3 Peserta).

Lombok: Favehotel, Novotel Lombok, D Praya Hotel | Biaya Pelatihan : Rp. 7.000.000 / peserta(Minimal 3 Peserta).

Catatan : Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan. Apabila ada pertayaan mengenai materi, biaya, lokasi, jadwal dan penawaran lainnya, hubungi CS Kami.

Fasilitas Selama training pengendalian produksi murah :

1. Penjemputan dari Hotel/Bandara/Stasiun/Terminal Peserta training pengendalian produksi terbaru .

2. Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, Flashdisk, dll) training mencari solusi pengendalian produksi dan beban ekspor terupdate .

3. Transportasi Peserta ke tempat pelatihan.

4. 2x CoffeBreak& 1 Lunch (Makan Siang).

5. Training Room Full AC and Multimedia.

6. FreeBagorBagpackers (Tas Training).

7. Softfile Foto Training

8. Sertifikat training beban ekspor murah .

9. SouvenirExclusive.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang di Web Kami ..
jika ingin info lebih lanjut bisa kontak kami ?
Powered by